Kamis, 18 September 2025

#LUKA BERBISIK


# LUKA BERBISIK 

Ada luka yang tak pernah tampak, namun terus berbisik di dalam dada. Ia tidak berteriak, hanya berdesis pelan, menyusup di antara hening malam, membangunkan jiwa yang rapuh tanpa pernah benar-benar tenang. Luka itu seperti bayangan yang selalu mengikuti, meski lampu sudah padam dan mata dipaksa terpejam.

DiSetiap bisikannya mengingatkan pada kehilangan, pada pengkhianatan, pada semua hal yang pernah membuat hati retak. Rasanya seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya, diiringi gema langkah sendiri yang menggema hampa. Ada tangis yang tak sempat tumpah, ada rindu yang dipaksa membeku.

Namun, luka yang berbisik itu tidak hanya membawa gelap. Di balik suaranya yang pilu, ia menyimpan pesan: bahwa diri ini masih bertahan, masih sanggup berdiri meski dengan kaki yang goyah. Luka berbisik, tapi juga mengajarkan bahwa sakit tidak selamanya melemahkan. Ia bisa menjadi tanda bahwa hati masih hidup, masih bisa merasa, masih bisa berharap.

Mungkin malam akan terus panjang, dan bisikan luka tak akan segera pergi. Tetapi di ujung kegelapan selalu ada cahaya yang menunggu. Luka tidak bisa dihapus begitu saja, namun ia bisa dijadikan jalan. Jalan menuju pengertian, jalan menuju ketabahan, jalan menuju kekuatan yang lebih besar.

Luka memang berbisik, tapi harapan selalu berteriak lebih keras..!


# PUISI LUKA BERBISIK

Luka itu berbisik di dalam dada,

Bukan dengan suara,

Melainkan dengan sunyi yang menusuk jiwa.

Ia hadir di malam yang terlalu lengang,

Menyelinap di antara helaan napas,

Mengikat hati dengan rantai kenangan.

Setiap bisiknya seperti angin dingin,

Menggigilkan hati yang rapuh,

Mengingatkan pada kehilangan,

Pada cinta yang karam,

Pada janji yang gugur tanpa sempat tumbuh.

Aku berjalan di lorong gelap,

Dituntun oleh bisikan luka,

Kadang ia menuntun ke jurang,

Kadang hanya berdiri diam

Membiarkanku tersesat dalam pikiranku sendiri.

Namun dari balik gelap itu,

Ada cahaya samar yang enggan padam,

Cahaya yang bergetar lembut,

Seperti bisikan lain yang berkata:

“kau masih ada, kau masih bernyawa,

Dan luka ini bukan akhir segalanya.”

Maka aku biarkan luka berbisik,

Biarlah ia mengalir bersama darahku,

Menjadi tanda bahwa aku pernah jatuh,

Pernah patah,

Pernah ditinggalkan.

Sebab luka yang berbisik

Juga mengajarkan bahasa ketabahan.

Ia membuatku mengerti bahwa air mata

Bukan kelemahan,

Melainkan bukti bahwa hati masih hidup,

Masih bisa berharap,

Masih mampu mencinta.

Dan ketika pagi tiba,

Bisikan luka perlahan mereda,

Berganti dengan nyanyian harapan yang lirih:

Bahwa aku akan bangkit,

Bahwa aku akan sembuh,

Bahwa suatu hari nanti,

Luka ini tak lagi berbisik

Melainkan berubah menjadi sayap

Yang membawaku terbang ke langit baru.


https://thimblestrangearchitect.com/gdqq3k9f78?key=52b02dfb965617bde18cc777cab0ef3c



INSPIRASI CHANEL

🌹 reflektif bernuansa sastra-filosofis** Bukan Wanita Yang Lemah

 ðŸŒ¹ reflektif bernuansa sastra-filosofis** Bukan Wanita Yang Lemah # **Yang Paling Berbahaya Bukan Wanita yang Lemah, Tapi Wanita yang Menga...